Pecatur China, Bu Ziangzhi, kini berumur 22 tahun. Ia memperoleh gelar Grand Master (GM)-nya saat berusia 13 tahun, 10 bulan 13 hari. Ia pun menjadi GM termuda sedunia (pada masa itu).
Setelah menempuh 8 babak turnamen 6th Gibtel Chess Festival di Gibraltar, Bu memimpin 7,5 dari hasil maksimal 8.
Turnamen 6th Gibtel Chess Festival berlangsung sejak tanggal 22-31 Januari 208. Turnamen itu digelar di Hotel Caleta, salah satu hotel terbaik di Gibraltar.Gibraltar, seperti kata pecatur Nigel Short, adalah sebuah tempat yang memicu cinta sekaligus benci. Itu adalah pulau karang, tempat pangkalan Angkatan Laut Inggris terpenting berada untuk mengawasi hilir-mudik kapal di Selat Mediterania. Dari pulau ini negara Afrika dapat terlihat lewat mata telanjang. Begitu juga lalu-lalang kapal di Selat Meditterania. Jumlah penduduknya cuma 10.000 jiwa.
Hotel Caleta berada di sebelah timur pulu karang itu. Kota utama berada di sisi lainnya, sehingga para pecatur praktis terisolasi.
Pada partai kedelapan, Bu memukul Victor Bologan lewat manuver kombinasi antara Benteng dan Patih guna mencetak rekor lima kali kemenangan berturut-turut.
Setelah partai kedelapan ia telah bermain dengan tujuh GM dan mecetak point 7,5 dari 8 nilai maksimal. Ia unggul 1,5 poin dari pecatur terdekat. Alhasil elo rating Bu sejauh ini begitu fenomenal: 3022!
Pecatur China ini berada pada peringkat pertama tabel. Ini merupakan bendera merah bagi 7 GM yang rata-rata baru mencetak 5 poin. Apalagi kini hanya tinggal dua partai yang tersisa.
Bu mengenal catur sejak usia enam tahun. Dalam perjalanannya, bakatnya sebagai pecatur mulai terlihat. Buku catur pertama yang ia baca adalah tulisan Bobby Fischer: My 60 Memorable Games.
Pada usia 12 tahun ia menyabet gelar Juara Dunia Catur Di Bawah 14 Tahun. Pada musim semi tahun 1999 Bu mendapat norma GM ketiganya hanya dalam tempo dua bulan. Pada bulan September tahun yang sama, saat berusia 13 tahun, 10 bulan 13 hari ia menyabet gelar sebagai GM termuda dalam sejarah.
***
Selama berpekan-pekan, jendral berbintang lima ini telah mencoba mengulur waktu dengan maut. Bila diibaratkan permainan catur, Soeharto ingin bermain draw (remis) dengan elmaut.
Ibarat permainan catur, Soeharto memang sudah mencoba meminta draw dengan elmaut. Sayang, tawaran itu ditolak. Setelah mempermalukan dan menyiksa Soeharto melalui permainan panjang, sang elmaut melancarkan jurus pamungkasnya: skak mat! Dan, Soeharto pun menyerah….
“Ada banyak hal yang anda bisa pelajari mengenai kehidupan –kapan anda bergerak agresif dan kapan tidak, kapan anda mengambil resiko dan kapan anda harus memberi,” kata Jantz, seorang insinyur untuk Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles.
Saya masih mengenang petarungan perebutan gelar juara dunia catur antara Fischer-Spassky di Reyjavik, Iceland, paling tidak karena dua alasan. Alasan pertama pada masa itu saya baru mulai belajar bermain catur.
