Arsip Harian: Januari 28th, 2008

Diktaktor yang pernah berkuasa selama 32 tahun, Soeharto, 87 tahun, Minggu siang, akhirnya menyerah pada elmaut. Senin siang, 27 Januari 2008,  Soeharto dimakamkan di Astana Giribangun, Solo.

Malaikat KematianSelama berpekan-pekan, jendral berbintang lima ini telah mencoba mengulur waktu dengan maut. Bila diibaratkan permainan catur, Soeharto ingin bermain draw (remis) dengan elmaut.

Sejak dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, awal Januari 2008, Soeharto memang telah menolak mati. Berbagai aspek mistik dan ilmu kanuragan ia kerahkan untuk menahan kematian meski secara klinis ia sebenarnya sudah wafat.

Selama berminggu-minggu, jutaan korban dan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia Soeharto, menyaksikan dengan was-was. Ya, otak pembunuhan massal 500.000 – 1.000.000 warga sipil tahun 1965, pembantaian aktivis masjid di Tanjung Priok 1986, hingga penculikan aktivis mahasiswa tahun 1998 ini, memang tengah mencoba berdamai dengan sakaratul maut.

Sayang, malaikat pencabut nyawa tak bisa disuap. Akhirnya, otak penculikan aktivis mahasiswa tahun 1998 ini menutup mata. Itupun setelah berpekan-pekan rakyat Indonesia menyaksikan dengan rasa iba sekaratnya Soeharto.

Seorang ibu dua anak di kawasan Tebet, Dhini (43), dua pekan lalu menyebut sekaratnya Soeharto merupakan pelajaran bagi yang hidup. Sejak dua pekan lalu Dhini memang sudah mengambil kesimpulan Soeharto secara klinis sudah mati. Namun, penolakannya pada elmaut, telah membuat ia sekarat hingga tiga pekan.

Menurut Dhini, pesan Tuhan melalui malaikat maut untuk mempertontonkan sekaratnya Soeharto ke rakyat Indonesia hingga tiga pekan lebih, amat jelas dan terang benderang. Dengan membuat Soeharto tersiksa selama tiga pekan, ini merupakan momentum bagi Tuhan untuk memperingatkan manusia Indonesia agar berhenti korupsi dan berhenti menindas.

Soeharto wafatIbarat permainan catur, Soeharto memang sudah mencoba meminta draw dengan elmaut. Sayang, tawaran itu ditolak. Setelah mempermalukan dan menyiksa Soeharto melalui permainan panjang, sang elmaut melancarkan jurus pamungkasnya: skak mat! Dan, Soeharto pun menyerah….

***

Pada abad ini, ketika para pebisnis menghabiskan uang jutaan dolar untuk membuat permainan video terbaru, permainan catur di papan sederhana masih tetap bertahan.

Catur merupakan permainan ketangkasan tertua di dunia. Dan, kini catur lebih populer dari masa sebelumnya, khususnya bagi generasi yang lebih muda.

Untuk membuktikan hal itu, Sekolah Catur Yury Shulman Barrington baru-baru ini menjadi tuan rumah yang mempertemukan pecatur anak-anak dengan tiga Grand Master (GM) dari pelosok dunia.

Hampir 60 pemain –separuh lebih adalah anak-anak– berhadapan dengan tiga GM dunia: Shulman, Alexander Onischuk dan Susan Polgar.

Susan Polgar

“Kalian beruntung jika bertemu satu GM. Di sini kalian malah bertemu dengan tiga orang GM sekaligus,” kata Polgar, peraih 5 medali emas olimpiade catur wanita. “Jadi ini merupakan pertemuan yang amat spesial.”

Grand Master, sebuah gelar yang dipegang seumur hidup, memang merupakan impian setiap pecatur.

Kiran Frey, seorang panitia penyelenggara mengemukakan ia melihat minat pada permainan catur di kalangan anak-anak kini semakin meningkat dibanding masa sebelumnya.

“Ini merupakan pencapaian dari sebuah upaya panjang dan tak kenal lelah,” ucap wanita ini.

Ia mulai terlibat dalam dunia catur saat anak lelakinya, Rishi Sethi, mulai menyukai permainan itu saat duduk di sekolah dasar pada tahun 1998.

Pada awalnya, Rishi merupakan satu-satunya anak yang mengikuti ekstra kurikuler catur di sekolah dasarnya.

Setelah Frey berbicara pada kepala sekolah, sebuah klub catur didirikan di sekolah itu. Klub itu merupakan klub catur pertama yang berdiri di Wilayah Unit Barrington Distrik 220. Kini, mklub catur sejenis sudah ada di 11 sekolah distrik tersebut.

“Ini seperti benar-benar mimpi yang menjadi sebuah kenyataan. Sebuah keajaiban saat melihat klub-klub catur itu bertumbuhan,” kata Frey terharu.

Sevan Muradian, Ketua Asosiasi Catur Amerika Utara juga mengakui lonjakan peminat catur di kalangan anak-anak saat ini.

“Sekarang semakin banyak program ekstra kurikuler catur sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah,“ kata Muridian. “Hal ini tentu saja amat baik buat kreativitas anak-anak.”

Selain senang melihat anak-anak bergembira, Muradian mengatakan ada alasan lain mengapa para orang tua membiarkan anak-anaknya bermain catur.

“Saya pikir para orang tua sudah mendapat manfaat positif dari permainan catur dalam merangsang pertumbuhan mental anak-anak,” katanya. “Anak-anak mereka mulai menggunakan cara berpikir analisis dan kritis yang biasa mereka lakukan saat bermain,” lanjutnya.

Salah satu orang tua siswa, Edward McDougal, mengakui catur memiliki pengaruh positif buat pertumbuhan anaknya yang sekarang baru berusia 7 tahun.

“Saya melihat anak saya menjadi lebih kritis dan lebih displin untuk menyelesaikan PR mereka,” kata McDougal.

Anaknya Eddie, merupakan satu dari empat anak yang memperoleh gelar Raja dan Ratu catur sekolah di daerah Glenview. Eddie juga berhasil menyabet gelar juara pertama dalam turnamen tahunan National Youth Action Chess yang digelar di St. Louis, November lalu.

“Kemenangan itu membuat kepercayaan dirinya bertambah. Ia mulai sadar bahwa kerja kerasnya akan berbuah manis,” lanjut McDoudgal.

Polgar, juara dunia wanita empat kali dan pengajar catur di Texas Tech University, telah banyak bepergian ke sejumlah negara dan menyatakan senang melihat semakin banyak anak-anak bermain catur.

“Catur merupakan salah satu alat pendidikan yang indah,” kata Polgar. ***