Arsip Bulanan: November 2008

Akhir-akhir ini dia memang lebih banyak menelan kekalahan dari Vishy Anand. Terakhir Kramnik kalah dalam Kejuaraan Dunia Catur dengan selisih 2 poin,  akhir Oktober lalu. Namun, hingga saat ini, Vladimir Kramnik telah tiga kali memenangkan Kejuaraan Catur Dunia. Dan, sampai sekarang, namanya masih berada di lingkaran puncak pecatur elit dunia selama  satu dekade terakhir.

Guna menguak rahasia suksesnya, ChessBase baru saja meluncurkan DVD berjudul “Vladimir Kramnik: My Path to the Top.” Video itu berdurasi enam jam dan dituturkan  langsung oleh Kramnik.

Terlahir tahun 1975 di Tuapse, Laut Hitam, Vladimir Kramnik memulai debutnya di sekolah catur Botvinnik-Kasparov, Rusia. Saat usia 16 tahun, Kramnik sudah masuk Tim Olimpiade Catur Rusia dan mencetak angka 8,5 dari 9 poin maksimal. Hasil itu  merupakan nilai terbaik selama Olimpiade tersebut.

Pada tahun 2000, Kramnik berlaga melawan seorang legenda catur, Garry Kasparov. Nyatanya Kramnik berhasil menggulingkan Kasparov. Kemenangan itu membuatnya berhasil menyabet gelar juara dunia catur untuk kali pertama.

Gelar juara dunia juga berhasil dia raih lagi tahun 2004 setelah mengalahkan Peter Leko. Pada tahun 2006, Kramnik lagi-lagi menyabet juara setelah menyungkurkan juara dunia catur versi FIDE, Veselin Topalov. Kemenangan atas Topalov itu pula yang membuat Kramnik menjadi pecatur pertama yang berhasil menyatukan kembali gelar juara dunia catur.

Di DVD itu, Vladimir Kramnik kembali menengok ulang perjalanan karirnya. Sejak dia masih duduk sebagai siswa kelas rendah sampai ke Kejuaraan Catur Dunia tahun 2006. Dibumbui dengan humor, ia menuturkan perasaan hatinya saat ia menjadi bagian Tim Catur Rusia yang berhasil menyabet medali emas.

Di video itu pula Kramnik dengan jujur merasa seperti menjadi seorang Herkules. Terutama saat ia mengalahkan pelatih sekaligus guru caturnya, Garry Kasparov… (CB/SM)

Lihat juga:

Saat Elmaut Menolak Tawaran Draw Soeharto

Leonardo Da Vinci Pembuat Ilustrasi Catur Pertama

Manusia Catur

Karpov Bicara Keuntungan Bermain Catur


****

Pada tahun 1993, penelitian Profesor Stuart Margulies menemukan pengaruh  permainan catur dalam  peningkatan nilai membaca siswa.  Untuk itu, dua kelas telah dipilih secara acak di lima sekolah New York dan Los Angeles.

Para pelajar kelas 3 dan 6 di sekolah itu diberi petunjuk catur dan les  khusus membaca di sebuah kelas untuk setiap sekolah.  Awalnya, terbukti nilai pecatur muda hampir sama dengan nilai pelajar yang berlatih membaca secara khusus.  Namun, pada akhir tahun, terbukti mereka yang menerima les catur kemampuan membacanya jauh lebih tinggi dari nilai siswa yang mendapat les bahasa secara khusus.

Di Marina, California, sebuah eksperimen dengan menggunakan catur menunjukkan, setelah 20 hari berlatih, performa para siswa melonjak secara dramatis.

George L. Stephenson, Kepala Departemen Matematika di Marina JHS, melaporkan 55%  kenaikan nilai tes akademik siswa setelah mereka berlatih catur. Stres saat bermain catur, faktanya,  dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian para siswa.

Laporan dari Sekolah
Menyadari pengenalan catur ke siswa dapat mengungkap bakat tersembunyi para siswa yang tak mampu dijangkau pendidikan tradisional, beberapa sekolah di pelosok negeri kini mulai memasukkan catur sebagai standar kurikulum.

Sejauh ini laporan dari siswa, guru, dan orang tua murid, menunjukkan catur tak hanya bermanfaat meningkatkan prestasi akademik untuk pemecahan masalah matematik dan membaca.

Tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, kesabaran, menambah daya ingat, berpikir logis, berpikir kritis, pengamatan, analisis, kreativitas, konsistensi, daya tahan, kontrol diri, sikap sportif, menghormati orang lain dan kemandirian.

Amori menuturkan. menganalisa permainan catur dapat mengajar siswa sebuah seni pengambilan keputusan  dan membuat para siswa sadar akan konsekuensi sebuah aksi. Catur juga memperkuat kemampuan siswa berpikir tiga langkah ke depan.

Di New York, sebuah sekolah di daerah kota sekarang mulai memasukkan catur di kurikulum sekolah tingkat rendah. Apalagi mereka sadar biaya mempelajari permainan catur ini amat rendah, tidak seperti olahraga lainnya.

Catur hanya memerlukan meja-kursi, perangkat catur, dan ruangan kecil –tak perlu lapangan luas seperti sepak bola. Contohnya , sekolah Mott Hall, kini memasukkan catur ke dalam kurikulum. Seperti kurikulum matematika dan bahasa Inggris yang mulai diajarkan intensif di kelas empat.

Para guru di Roberto Clemente School di New York malah menyatakan permainan catur tak hanya meningkatkan nilai akademik siswa, namun juga kemampuan siswa bergaul secara sosial.

“Pengaruh-pengaruh itu sedang diteliti,” kata Joyce Brown, wakil pengawas departemen pendidikan khusus. “Tak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan matematik, kemampuan mereka bersosialisasi  meningkat secara substansial pula. Penelitian kami menunjukkan anak-anak yang senang menyendiri kini kemampuan bergaulnya meningkat 60% setelah dia tertarik mempelajari catur.” (Bersambung)

Lihat juga:

Bukti Ilmiah Keuntungan Bermain Catur (1)

Magnus Carlsen, Sang Pembabat Super Grand Master

Catur, Strategi dan Taktik

****