Skip navigation

Arsip Tag: bobby fischer

Ketika berpikir tentang catur, masyarakat umum biasanya selalu berpikir tentang Rusia. Tetapi pecatur top dunia kini sudah menyebar rata: juara dunia catur sekarang berasal dari India, sedangkan juara catur dunia yunior sekarang berasal dari Mesir. Memang, sejak tahun 1991, para guru catur dan pecatur Rusia mulai berdiaspora ke seluruh pelosok dunia, tanpa menghiraukan bagaimana dan di mana permainan catur itu berlangsung.

montreal.jpgKecuali selama tiga tahun, antara tahun 1948-2000 pecatur Rusia selalu mendominasi gelar di Kejuaraan Dunia Catur. Pengecualian hanya terjadi pada tahun 1972 ketika pecatur Amerika Serikat (AS), Bobby Fischer –yang meninggal bulan lalu di Islandia pada usia 64 tahun—merampas gelar juara dunia dari Boris Spassky.

Saat kemenangan itu dirayakan sebagai sebuah perubahan dominasi kultural di era Perang dingin, Fischer terus berada di puncak, sampai ia menolak mempertahankan gelarnya tahun 1975. Maka, setelah tiga tahun gelar juara dunia kembali ke pecatur Rusia Anatoly Karpov. Dominasi Rusia kemudian terus berlangsung hingga akhir abad 20.

Kemenangan panjang dan berturut-turut itu barangkali tak terlalu mengherankan. Bagi negara Uni Sovyet, catur identik dengan politik.

joseph_stalin.jpg

“Uni Sovyet memang bertujuan mendominasi catur dunia,” kata sejarawan plus guru catur yang tinggal di New York, Christopher Maksymowicz. “Tekad itu diumumkan sejak masa Joseph Stalin. Alasannya, hal itu merupakan wujud superioritas Uni Sovyet atas Barat yang mewakili sistem kapitalisme.”

Tak mengherankan bila akademi-akademi catur kemudian tumbuh subur di Uni Sovyet, sehingga ada jaminan pada usia muda seorang pecatur sudah menjadi pemain andal. Sumber daya negara Uni Sovyet dimobilisasi besar-besaran guna mendukung juara dunia catur seperti Mikhail Botvinnik, Tigran Petrosian, dan Garry Kasparov. “Jika anda seorang pecatur handal, anda tak perlu hidup seperti rakyat biasa,” kata Maksymowicz.

Namun, berakhirnya era Perang Dingin berdampak juga pada dominasi catur Uni Sovyet yang disponsori negara. Sejak tahun 1990-an, dana subsidi akademi catur mulai distop, akademi catur juga banyak yang ditutup.

“Perubahan politik di Rusia memiliki dampak begitu luas pada permainan catur. Banyak pecatur berbakat dan ahli catur kemudian memutuskan pindah ke seluruh pelosok dunia pada tahun-tahun itu,” kata Bill Hall, Direktur Federasi Catur AS.

“Mereka memang tak bermaksud jadi terkenal di negara macam Afrika dan India. Tapi inilah saat yang tepat untuk bermain dan belajar bersama mereka. “

Diaspora pecatur itu kemudian memiliki dampak pada dominasi catur Rusia di tingkat dunia.

viswanathan_anand_biography.jpgJuara dunia catur sekarang misalnya, Viswanathan Anand, adalah seorang penduduk asli India. Ia berhasil mengalahkan juara sebelumnya Alexander Khalifman pada tahun 2000. Namun tak lama kemudian gelar itu copot lagi. Anand baru erhasil meraih gelar yang dulu ia rebut itu pada 2007 saat ia berhasil mengalahkan Vladimir Kramnik. Pecatur India lainnya, Krishnan Sasikiran, sekarang tercatat di posisi ke-39 dalam daftar peringkat Federasi Catur Dunia (FIDE).

“Bagi standar pecatur non-Rusia, India sudah sangat bagus,” kata Anand seperti dikutip Financial Times edisi Januari.

Oleh karenanya, India memang harus berterimakasih pada Anand. Berkat Anand India sekarang memiliki kesempatan di catur dunia. Arvind Aaron dari Federasi Catur Seluruh India mengungkapkan saat Anand berhasil menyabet juara dunia pertamanya bulan Desember 2000 di Teheran Iran, catur “tidak masuk hitungan” sebagai rencana pengembangan olahraga di India.

“Pada musim panas 2001, akademi catur mulai bermunculan. Turnamen bagi pecatur muda juga digelar. Semua ini mendapat sambutan luar biasa dari seluruh India,” kata Aaron. “Ini berkat kemenangan Anand.”

adly01.jpg

Dominasi Rusia juga terputus di tingkat yunior. Pada tahun 2007, pecatur Mesir berusia 19 tahun, Ahmed Adly, menjadi warga Afrika pertama yang memenangkan gelar Juara Dunia Catur Yunior.

“Catur tidak populer di Mesir. Tugas utama saya sebagai juara dunia adalah menolong bangsa saya memahami keindahan catur,” kata Adly ke ChessBase News. “Impian saya sekarang adalah memopulerkan catur di Mesir.”

Beberapa tahun terakhir, China juga menghasilkan beberapa pecatur muda berbakat. Ang Yue, pemain paling top di China sekarang, memperoleh gelar Grandmaster (GM) saat usia 17 tahun. Sekarang pada usia 21 tahun, ia menempati peringkat 25 FIDE.

Pecatur muda China lainnya Wang Hao (19) kini juga tengah menapak. Ia sudah memperoleh gelar master internasional (MI), satu langkah menuju gelar GM. Hao kini tercatat di peringkat tiga pecatur yunior dunia.

Sama seperti halnya Sovyet, China kini mengadopsi pendekatan politik untuk mengembangkan bakat-bakat pecatur. Tak heran bila China kini keranjingan menjadi sponsor turnamen catur, termasuk mendatangkan grandmaster Rusia serta menyediakan hadiah uang cukup besar. Ini dilakukan China sebagai jalan pintas agar pecatur-pecatur belianya mendapat pengalaman di tingkat internasional.

Pendeknya, kekuatan catur dunia kini sudah mulai tersebar. Namun demikian Rusia masih menjadi acuan, jika tak mau dibilang masih sebagai pusat catur dunia.

Buktinya, delapan orang dari 10 pecatur top dunia menurut rangking FIDE masih datang dari bekas negara Uni Sovyet. Mayoritas peringkat 100 pecatur dunia juga masih didominasi nama-nama Rusia, meski kini tak lagi otomatis mereka berwarganegara Rusia.
Gata Kamsky, pemain catur top AS, misalnya, adalah penduduk asli Siberia, Rusia. Grandmaster Spanyol Alexei Shirov, peringkat ke-7 dunia, lahir di Latvia, bekas wilayah Uni Sovyet.

“Maka, jangan kita lupakan bahwa Rusia masih mendominasi catur,” kata Aaron.

Migrasi pemain top Rusia selama tahun 1990 hingga awal 2000, secara tak sengaja turut mendorong perangkat yang memberi sumbangan bagi peta baru persaingan catur dunia: penggunaan perangkat lunak catur di komputer-komputer pribadi.

fritzchess92dbox.jpg

“Mesin catur” dengan nama seperti Fritz dan Rybka membuat para pengguna komputer pribadi belajar cepat tentang pembukaan, menganalisa kompleksitas posisi bidak, dan melatih pilihan strategi dalam catur cepat. Namun demikian, dampak positif dari program ini tak akan terasakan langsung tanpa diaspora atau penyebaran pecatur Rusia baru ke berbagai pojok dunia.

“Data komputer memiliki pengaruh besar. Anda sekarang bisa belajar tentang pembukaan baru dan mengalisa permainan. Program komputer ini dapat mengurangi kesalahan yang Anda buat,” kata Hall. “Teknologi ini bisa digunakan oleh siapa saja. Tergantung pada tingkat permainan yang Anda inginkan.”

“Inilah sebabnya mengapa sekarang bisa lahir seorang pecatur grandmaster dalam usia 12 tahun. Bobby Fischer sendiri baru mencapai gelar itu pada umur 15,” kata Maksymowicz. “Program Fritz untuk catur sama seperti halnya NASCAR bagi pengemar balapan.”

Agaknya, cepat atau lambat, ketika dunia berpikir tentang catur, mereka juga akan berpikir tentang India atau China sebelum berpikir tentang Rusia. Dan, barangkali mereka juga akan memikirkan Fritz… (AT/Sus)

Lihat juga:

Penis Terbang Teror Garry Kasparov

Karpov Bicara Keuntungan Bermain Catur

Manusia Catur

Kesalahan Membuat Manusia Lebih Baik…

Bila Karl Marx Bermain Catur

***

Leonardo Da Vinci, pelukis ‘Perjamuan Terakhir’ atau The Last Supper, lagi-lagi bikin kejutan.

leonardo_da_vinci_last_supper.jpgBaru-baru ini para peneliti meyakini Leonardo Da Vinci merupakan pelukis ilustrasi buku pertama tentang bagaimana bermain catur, yang baru saja ditemukan dalam sebuah manuskrip tua Italia yang telah lama menghilang.

leonardoselfportrait.jpg

Da Vinci merupakan kawan dekat ahli matematika Italia sekaligus pendeta Fransiscan, Luca Pacioli, penulis manuskrip yang baru saja ditemukan tersebut.

Menurut para ahli, Pacioli menulis buku –sebuah buku kumpulan permainan berjudul “De ludo scacchorum” yang baru dtemukan tahun lalu— itu pada tahun 1.500.

Notasi permainan dalam manuskrip tua itu amat mirip dengan notasi permainan catur yang kini bisa ditemui di koran-koran serius macam The Guardian atau The New York Times.

Sejauh ini, tiga halaman manuskrip itu telah dipublikasikan ke publik. Halaman itu menunjukkan gambar diagram atau papan catur yang dilukis secara hati-hati.

Masing-masing halaman itu menampilkan sebuah soal permainan catur, yang digambarkan Pacioli melalui sebuah solusi skak mat dalam rangkaian gerakan bidak-bidak catur.

manoscritto.jpg

Raja, ratu, gajah dan kuda digambarkan melalui simbol-simbol berbeda dan diberi warna hitam dan merah menyala. Perbedaan simbol itu memperlihatkan gambar ini dikerjakan secara serius oleh seorang seniman secara hati-hati.

Para ahli sendiri meyakini gambar-gambar di manuskrip tua itu dilukis oleh Leonardo Da Vinci. Namun untuk lebih meyakinkan, mereka berencana bertemu dengan koleganya di Amerika untuk bertindak sebagai penilai independen.

Manuskrip tua ini sendiri ditemukan setahun lalu di antara ribuan naskah tua dalam sebuah perpustakaan pribadi di Gorizzia, timur laut Italia.

Pacioli dan Leonardo Da Vinci telah sering terlibat kerjasama untuk beberapa pekerjaan pada tahun 1.500. Da Vinci merupakan ilustrator karya matematika legendaris temannya itu saat menemukan Hukum Tuhan: Proporsi Abadi (De Divina Proportione).

leonardo-da-vinci.jpg

Bagi pembaca buku “Da Vinci Code” karangan Dan Brown, tentu faham tentang rumus Proporsi Abadi. Proporsi ini merupakan rumus Tuhan untuk membuat proporsi tubuh manusia yang dilukis secara jenial oleh Leonardo Da Vinci.

Diduga, Leonardo mengerti permainan catur dan kemungkinan besar ia juga sering memainkannya.

Ia memiliki sebuah referensi untuk istilah teknis dalam permainan catur yang bisa didapati dari naskah-naskah yang pernah ia buat.

Salah satu naskah Da Vinci tentang catur yang dapat diselamatkan itu berada dalam buku “De ludo scacchorum.”

Dan, jika kemudian dugaan para peneliti benar bahwa lukisan itu merupakan buah tangan Leornardo Da Vinci, maka naskah tua itu harganya tak ternilai.

Lihat juga:

Catur sebagai Perang

Catur, Strategi dan Taktik

Fischer Dalam Ingatan

Saat Elmaut Menolak Tawaran Draw Soeharto

Asal-Usul Catur

***

Fischer menjadi detonator bagi ide-ide baru di dunia catur. Seorang revolusioner yang revolusinya sampai sekarang masih berlangsung.

Oleh: Garry Kasparov,
Majalah Time edisi 26 Januari 2008

Sulit dilukiskan secara pasti reaksi saya saat pertama kali mendengar nama Bobby Fischer. Namun namanya sudah saya dengar saat saya masih kecil. Ketika dia mengalahkan Boris Spassky dan merebut gelar juara dunia tahun 1972, saya masih seorang pecatur ingusan berumur 9 tahun di daerah asal saya, Baku, Uni Sovyet.

080214_entkasparov_vl-vertical.jpg

Saya memang mengikuti pertandingan yang berlangsung. Koran-koran mewartakan secara besar-besaran pertandingan itu, meski belakangan semua pembaca sadar juara dunia Sovyet akhirnya kalah. Buku Fischer berjudul ”My 60 Memorable Games” adalah salah satu buku catur pertama saya. Buku ini sendiri diterjemahkan dalam bahasa Rusia tanpa mengindahkan hak penulis akan royalti.

Pada tahun 1970-an, pelatih saya, Alexander Nikitin, membuat alur untuk menyusuri kemajuan catur saya sambil membuat sejumlah target yang harus saya capai. Elo rating di atas 2.500 adalah gelar grand master, elo rating 2.600 berarti saya masuk 10 besar dunia, sedangkan elo 2.700 artinya saya akan masuk ke lingkaran juara dunia. Dan di puncak itu semua adalah Bobby Fischer, dengan elo rating tertinggi 2.785.

Saya kemudian berhasil menjadi juara dunia pada tahun 1985. Tetapi visi Nikitin benar. Saya harus bekerja keras. Saya sendiri harus bermain selama empat tahun penuh untuk melewati elo rating yang dibuat Fischer.

Sikap Fischer di papan catur atau di luar permainan menunjukkan ia praktis tak memiliki lawan yang setara kuatnya.

Sebelum Fischer, tak seorang pun pecatur siap bermain mati-matian untuk setiap partai. Sebelumnya tak ada seorang pun yang mau menghabiskan waktunya di dekat jarum jam catur untuk mendorong catur ke sebuah tingkat yang sama sekali baru.

Namun Fischer melakukannya. Fischer menjadi detonator bagi ide-ide baru di dunia catur. Seorang revolusioner yang revolusinya sampai sekarang masih berlangsung.

Pada masa kejayaan Fischer, setiap turnamen ia menangkan semua. Di Pusat Klub Catur Moscow, para pemain catur top Rusia memerlukan berkumpul untuk menganalisa strategi Fischer saat mengalahkan pecatur top Rusia, Mark Taimanov.

Seseorang grand master memperkirakan semestinya Taimanov menang karena ia memiliki kekuatan di pergerakan ratu. Namun David Bronstein, seorang penantang juara dunia tahun 1951, membantahnya: “Ah, kita tidak tahu persis apa yang akan Fischer lakukan.”

Tak lama kemudian, lembaga olahraga Sovyet memanggil Taimanov dan para master catur lain untuk mendiskusikan ketidakmampuan Taimanov mengalahkan pecatur Amerika. Bagaimana ia bisa gagal? Apakah ia tak tahu dia seorang pecatur yang dipilih mewakili negara? Boris Spassky akhirnya angkat bicara: “Saat kita semua kalah dari Fischer, apakah kita juga akan menginterogasi Fischer kenapa dia bisa terus-menerus menang?”

Setelah Perang Dunia ke-II, Amerika tidak memiliki tradisi catur yang kuat. Di sana tradisi catur amat lemah, terbatas pada beberapa sekolah yang mendidik bakat-bakat muda. Sehingga bagi seorang pecatur Amerika, untuk mencapai level kejuaraan dunia di tahun 1950-an menunjukkan sebuah dedikasi pribadi yang luar biasa.

Kebangkitan Fischer mengatasi mesin catur Sovyet, yang berpuncak pada kemenangan Fischer atas Spassky di Reykjavic, Islandia, tahun 1972, tentunya membutuhkan upaya luar biasa besar.

Fischer sendiri memutuskan melepas gelar juara dunia caturnya tahun 1975. Pengunduran dirinya di masa lalu itu telah mempermalukan Uni Sovyet, yang saat itu diwakili oleh sosok Anatoly Karpov.

Akibat tindakan itu, Fischer mengalami isolasi dan kemurkaan. Fischer tak pernah bermain lagi hingga tahun 1992 saat mengalahkan kembali Spassky dalam pertandingan ulang yang diadakan secara rahasia. Setelah itu ia makin jarang bermain di depan publik.

Seperti telah mendapat restu dewa catur di pegunungan Olympus, ia tak lagi menemukan sebuah tujuan baru untuk melampiaskan kekuatan dan gairahnya pada catur.

Saya sering ditanya apakah saya pernah mendapat kesempatan bermain dengan Bobby Fischer. Jawabannya adalah tidak. Saya memang tidak pernah mendapat kesempatan itu.

Namun, meski ia kerap memandang saya sebagai bagian dari komplotan iblis kemapanan catur (FIDE) yang telah merampok gelarnya dan mencurangi dia, saya harus meminta maaf karena tak pernah punya kesempatan untuk menyampaikan ucapan terimakasih atas sumbangan pribadinya bagi olahraga catur.

Belakangan, banyak penulis mempersoalkan melenyapnya Fischer dan mentalnya yang labil. Beberapa menyalahkan dia atas keputusannya menolak mempertahankan gelar juara dunianya, dengan menyebutnya sebagai sebuah tindakan blunder yang bodoh. Penekanan terlalu kuat terhadap orang yang pernah berada di puncak, selalu mengundang resiko.

Saya sendiri lebih suka mengenang sumbangan dan pencapaian globalnya ketimbang menelisik tragedi kehidupan pribadinya. Adalah sebuah keadilan bahwa Fischer menghabiskan hari-hari terakhir kehidupannya di Islandia, tempat bersejarah yang membuatnya menjadi pecatur terbesar dunia. Di sana ia akan selalu mengenang dan mencintai jalan terbaik yang pernah ia pilih: menjadi seorang pemain catur…

Gary Kasparov adalah penulis buku “How Life Imitates Chess,” peringkat pertama catur sejak tahun 1985 sampai mengundurkan diri tahun 2005.

Lihat juga:

Wafatnya Bobby Fischer

Mengenang Duel Fischer-Spassky

Berakhirnya Era Dominasi Catur Rusia

Penis Terbang Teror Gary Kasparov

Catur sebagai Perang

***

Bobby Fischer, seorang pecatur antikemapanan, meninggal 17 Januari lalu, dalam usia 64 tahun.


Wajah sedih Fischer.

The Economist edisi 24 Januari 2008

Banyak orang datang untuk bertemu Bobby Fischer. Dan dia selalu siap menemui mereka. Dalam kopernya ia selalu menyimpan botol-botol berisi pil vitamin, obat herbal dan sebotol jus jeruk besar. Itu ia lakukan dalam upaya mengusir racun makanan yang biasa ia santap.

Benda-benda kenangan bersejarah miliknya –notasi pertandingan, album foto, surat dari Presiden Nixon—tersimpan aman di belakang laci penyimpanan yang memiliki dua kombinasi 10 angka di ruang khusus penyimpanan Pasadena, California.

Pada akhirnya, seperti yang ia ungkapkan saat menjadi host bincang-bincang radio di Hungaria dan Filipina, hal itu tak bisa menyelamatkan rahasianya dari Rusia, kaum Yahudi, atau “mata-mata CIA yang bekerja untuk Yahudi.” Namun, setidaknya, ia sudah mencoba.

Ia juga pernah mencoba berhenti main catur. Sebelum mendapat gelar juara dunia setelah menumbangkan Boris Spassky di Reykjavik tahun 1972, ia sempat menepis kamera TV dengan tangannya. Ia merasa sorot kamera itu terlalu terang, membuat pantulan cahaya di papan catur.

Fischer terus menolak dokumentasi TV sampai ia berhasil memenangkan pertandingan pertama dari tujuh kemenangan berturut-turutnya di hadapan penonton. Pada babak ketiga ia juga sempat mendesak menggunakan ruangan kecil, di mana ia bisa berpikir lebih tenang.

Ia memang selalu bermain bagus dalam suasana suram. Dalam pertandingan bersejarah itu, ia seperti mengalami kelahiran baru di alam semesta: ruang kaca Marshall Chess Club di New York City, ketika seorang bocah kabur dari sekolah untuk menghabiskan paginya membaca buku catur lama yang memuat pertandingan abad 19. Pada sebuah meja di Perpustakaan Umum New York, Fischer biasa tenggelam berjam-jam mendalami sejarah, pembukaan dan strategi catur.

Atau, saat ia berjalan-jalan ke rumah kerabat di kawasan Broklyn, tempat ibu dan saudara perempuannya tinggal, ia akan menyusun papan catur di samping kasur, hingga lupa matahari sudah lama tenggelam saat ia asyik melawan dirinya sendiri.

Jika anda bisa melihat ke dalam otaknya, seperti juga harapan lawan-lawan bermainnya, anda akan menemukan keutamaan penyerangan dan bertahan setiap saat ia melangkah. Mungkin, lewat sebuah gerakan langsung benteng atau manuver gajah/patih. Atau kombinasi keduanya seperti pembukaan favoritnya, pembukaan Ruy Lopez.

Atau melalui bayang-bayang ratu untuk melindungi setiap gerak pion dalam versi “beracun” Sisilia, atau ribuan varian lainnya. Di Reykjavik, saat Boris Spassky yang mendapat nasihat dari 35 grand master Rusia, Fischer hanya mengandalkan sebuah buku catatan dan tak memiliki penasehat ahli. Ia cuma bermodal tampang sedih serta kecerdasan pikiran. Dan, ia menang.

Kemenangan itu membuatnya menjadi pahlawan pada era perang dingin. Ia mewakili seorang pecatur individual kaya trik saat berhadapan dengan pecatur yang menjadi mesin kenegaraan. Dan Amerika berhasil mempermalukan Uni Sovyet dalam permainan favorit bangsa itu.

Permainan Fischer memang elegan dan kejeniusan sudah nampak pada masa mudanya: ia meraih gelar grand master pada usia 15 tahun dan 20 kali menang berturut-turut di tingkat kejuaraan dunia 1968-1971. Namun Fischer tetap saja seorang pecatur tampan yang antikemapanan.

Tujuan utamanya bermain catur, seperti sering Fischer ungkapkan, tidak hanya untuk memenangkan pertandingan. Tapi juga untuk menghancurkan pikiran lawan sebelum pikiran lawannya sempat menggeliat. Tujuan lainnya, dalam gaya hidup kapitalis, adalah untuk menjadi kaya raya.

Atas desakan Fischer pula, hadiah uang di kejuaraan dunia catur bertambah dari 1.400 $US menjadi 250.000 $US. Saat melakukan pertandingan ulang dengan Boris Spassky tahun 1992, yang juga ia menangkan, Fischer bisa mengantungi uang hingga 3,5 juta $US. Di beberapa turnamen catur sesudahnya, termasuk di Qatar atau Cesar Palace, ia juga menerima uang penampilan saat penonton melihat permainannya.

Mengikuti turnamen catur adalah cara Fischer. Apalagi setelah pada tahun 1975 ia menolak bertanding sehingga gelar juara dunia caturnya dicopot. Belakangan ia banyak membuat pernyataan kontroversial sehingga menambah deretan musuh baru baginya. Sampai-sampai menjelang akhir hidupnya, hanya pulau Islandia –yang terkenal dingin– yang masih mau menerima kehadirannya.

Apa yang menjadi kesalahan utama Bobby Fischer sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Kombinasi kecerdasan dan disfungsi sosial pada masa kanak-kanak sempat membuat ia diduga menderita autis. Namun ia tumbuh seperti anak normal lainnya: menikmati komik Superman dan sering menonton pertandingan hockey.

Ia tumbuh di era tahun 1960 saat Gereja Tuhan Sedunia berkembang. Dari sini pula barangkali ia belajar membenci dan menolak kaum Yahudi, meski ia sendiri keturunan Yahudi. Ibu kandungnya keturunan Yahudi totok. Ibunya sempat membawa dia ke psikolog karena dianggap memiliki kelainan akibat perhatiannya pada catur, sampai-sampai Fischer selalu membawa papan catur ukuran saku di kantungnya saat makan malam keluarga.

Kemungkinan lain –seperti pernah disampaikan beberapa orang— ia gusar saat melihat sambutan dingin pemerintah Amerka ketika ia mengalahkan Spassky kedua kalinya dalam sebuah pertandingan ulang tahun 1992. Padahal ia harus bermain diam-diam alias penuh kerahasiaan di bekas negara Yugoslavia.

Fisecher pernah menyatakan pemerintah Amerika ”bertanggungjawab” bila ia mati. Ia juga menyebut serangan teroris tahun 2001 ke World Trade Center sebagai ”kabar bagus.” Setelah semua jasa-jasanya di dunia catur, untuk pertama kalinya, air dingin, bak menyapu jejak-jejak kebaikannya yang tertera di atas pasir.

Barangkali, pada akhirnya, kesulitan-kesulitan itu muncul karena: catur itu –seperti sering ia ungkapkan– adalah kehidupan. Tidak yang lain.

Fischer memang tidak terlalu bagus untuk hal lain. Tidak pada saat ia duduk di bangku sekolah, tidak juga saat ia mengerjakan profesi lain. Ia juga tak pernah menikah. Ia hanya menaruh perhatian serius setiap menit hidupnya pada keberadaan 32 buah bidak catur di 64 kotak hitam-putih. Ia bermimpi memiliki sebuah rumah di kawasan Beverly Hills yang dibangunnya dari hasil memindahkan sebuah benteng.

Tanpa manafikan latar belakang ini, ia tetap salah satu pecatur dunia paling kreatif. Tak seorang pun bakal melupakan permainan caturnya yang mengambarkan taktik jenialnya.

Kebanyakan kejuaraan dunia sekarang, klaim Fischer, merupakan hasil penataan baru, membuktikan bahwa ”catur tua” sudah mati. Semua permainan tingkat tinggi kini mengarah ke hakekat catur.

Ia memperkenalkan sebuah versi baru, Fischer Random, saat buah hitam memiliki kans menang walau tertinggal satu langkah dari putih. Ya, garis itu kembali dihidupkan Fischer sekaligus mengingatkan aturan klasik catur: menyerang, bertahan, memakan, dan melakukan pengorbanan.

Kemenangan catur pada akhirnya adalah akumulasi seluruh upaya yang telah dikeluarkan. Dari sisi ini, dan dari peperangan yang ia kobarkan, Fischer tak pernah berusaha lari.

Lihat juga:

Wafatnya Bobby Fischer

Boris Spassky Kunjungi Makam Fischer

Fischer Dalam Ingatan

Mengenang Duel Fischer-Spassky

Bila Karl Marx Bermain Catur

***

Ini adalah teka-teki kedua cara cepat membunuh lawan. Dalam soal ini tugas putih adalah mematikan Raja hitam di Kc8 dalam dua langkah.

mate005_small.gif

Jawaban/Solution.

Lihat juga:

Teka-Teki: Cara Cepat Membunuh Lawan (3)

Teka-Teki Membunuh Lawan Dalam Dua Langkah (1)

Juara Catur Baru Kuba Yunesky Quesada

Wafatnya Bobby Fischer

Catur, Strategi dan Taktik

***

Setelah babak ke-8 dari sembilan partai turnamen Grand Master (GM) Rusia, Ernesto Inarkiev, memimpin, dengan kemenangan 7 kali berturut-turut! Setengah poin (0,5) di belakangnya ada Artyom Timofeev dan Alexander Lastin.

Perubahan mendadak justru terjadi pada partai terakhir saat Inarkiev melawan Timofeev, Minggu (10/2/2008). Partai terakhir ini merupakan pertarungan alot dan menghabiskan 117 langkah dan akhirnya membuat Timofeev-lah yang memenangkan pertarungan tersebut.

Festival Catur Moscow Terbuka ke-4 mengambil tempat di Russian State Social University sejak tanggal 2-10 Februari 2008. Turnamen ini terbagi dalam empat kelas, Open A. Turnamen B, Wanita Terbuka dan turnamen catur anak-anak..Setiap turnamen menggunakan sistem Swiss 9 partai. Total hadiah yang disediakan mencapai 5.000.000 rubel (Rp 45 milyar).

Setelah delapan babak, GM Ernesto Inakiev memimpin 0,5 poin. Kekalahannya hanya terjadi pada partai pertama saat melawan Master Fide (MF). Tapi ia kemudian memenangkan 7 partai langsung.

Berikut ini adalah contoh permainan yang amat menghibur saat Inakiev melawan M Kazhgaleyev di babak keenam tanggal 7 Februari.Sekedar catatan kode notasi diambil sesuai aslinya, K= Raja, Q= Ratu, R=Benteng, B=Patih, N= Kuda.

E. Inarkiev (2681) putih – M. Kazhgaleyev(2594) hitam

4th Open Moscow RUS (6), 07.02.2008

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 d6 5.0-0 Bd7 6.c3 g6 7.d4 Bg7 8.Re1 b5 9.Bb3 Nf6 10.Nbd2 0-0 11.h3 Re8 12.a3 h6 13.Bc2 Nh5 14.Nf1 Nf4 15.Bxf4 exf4 16.Qd2 g5 17.Rad1 Qe7 18.Qd3 Kf8 19.Bb3 Rad8 20.Ba2 Qf6 21.N3h2 h5 22.Qf3 Qh6 23.g4 hxg4 24.Nxg4 Qg6 25.Nfh2 Ne7 26.Qg2 Bc6 27.d5 Bd7 28.Nf3 Qh5 29.e5 dxe5 30.Ngxe5 Bxe5 31.Nxe5 Bxh3 32.Qh1 Nf5 33.Rd3 g4 34.Qe4 f6 35.d6 Rxe5 36.dxc7 Rde8 37.Qb4+ Ne7 38.Red1

Papan 1.

38…Bg2 39.Kxg2 f3+ 40.Kg3 Rf5?? Hitam akan mati dalam tujuh langkah: 40…Qh3+ 41.Kf4 Qh2+ 42.Kxg4 Qg2+ 43.Kf4 Rf5+ 44.Ke4 Qg4+ 45.Ke3 Qg5+ 46.Kd4 Qf4#.

moscowopen19_2.gif

41.Qxe7+ Kxe7 42.Rd7+ Kf8 43.Rh1 Qxh1 44.Rf7+ Kg8 45.Re7+ Kh8 46.Rxe8+ Kg7 47.Rg8+ Kh7 48.Rh8+ Kxh8 49.c8Q+ Kg7 50.Qg8+ 1-0.

E Inakiev menang dan memimpin turnamen dengan selisih 0,5 poin dari GM Artyom Timofeev (2664) dan Alexander Lastin (2604) , keduanya berasal dari Rusia. Namun perubahan mendadak, justru terjadi pada partai terakhir, partai yang amat menentukan.

A. Timofeev (2664) putih – E. Inarkiev (2681) hitam

4th Open Moscow RUS (Babak 9), 10.02.2008

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 Nf6 5.0-0 Be7 6.Re1 b5 7.Bb3 0-0 8.h3 Bb7 9.d3 d6 10.c3 Na5 11.Bc2 c5 12.Nbd2 Re8 13.Nf1 Bf8 14.Bg5 h6 15.Bh4 Be7 16.Ne3 g6 17.Nh2 Nc6 18.Bb3 Nh7 19.Bxe7 Nxe7 20.Neg4 Kg7 21.Qd2 Ng8 22.Ne3 Ngf6 23.Rad1 h5 24.Nf3 Bc8 25.Nf1 Ra7 26.Bc2 d5 27.exd5 Qxd5 28.Bb3 Qd6 29.d4 exd4 30.Rxe8 Nxe8 31.cxd4 c4 32.Bc2 Nhf6 33.Ne5 Re7 34.Qg5 Nh7 35.Qg3 Qf6 36.Ne3 h4 37.Qh2 Qd6 38.Qf4 Qf6 39.Qh2 Qd6 40.b3 c3 41.Qf4 Qf6 42.Qe4 Bb7 43.Qd3 b4 44.N3g4 Qf4 45.Qc4 Nhf6 46.Qxb4 Nxg4 47.Nxg4 Rc7 48.Qa5 Nf6 49.Nxf6 Kxf6 50.d5 Qe5 51.Qb6+ Kg7 52.Qd4 Qxd4 53.Rxd4 Kf6 54.d6 Rd7 55.Rc4 Rxd6 56.Rxc3 Rd2 57.Kf1 Rd7 58.Rc4 Kg5 59.Rg4+ Kh5 60.a4 f5 61.Rc4 Bd5 62.Rc3 Kg5 63.g3 hxg3 64.fxg3 Bf7 65.Ke2 Rb7 66.Kd2 Bd5 67.Bd1 Rb4 68.Rc5

moscowopen20.gif

68…Bxb3 69.Kc3 Bxa4 70.h4+ Kh6 71.Kxb4 Bxd1 72.Kc3 Bf3 73.Kd2 Kh5 74.Ke3 Kg4 75.Kf2 Be4 76.Rc4 g5 77.hxg5 Kxg5 78.Rc7

moscowopen21.gif

Kini secara teoritis Hitam bisa melakukan remis (draw), 78…f4 dan Hitam tak bisa menggerakan posisi bidaknya. Setelah 79.gxf4+ Kxf4 80.Ra7 Ke4 81.Rxa6 Putih tak akan bisa menang hanya dengan mengandalkan benteng ( R ) dan patih (B) . Sementara Inarkiev meninggalkan bidak di samping raja yang sudah dikuasai Timofeev. 78…Kf6? 79.Ra7 Bd3 80.Ke3 Bf1 81.Kf4 Ke6 82.Ra8 Bb5 83.Rb8 Bd3 84.Rb3 Bc4 85.Re3+ Kd6 86.Kxf5 Kc5

moscowopen22.gif

Sekarang Timofeev kehilangan peluang untuk menang mudah: 87.Rc3! Putih akan memperoleh patih dan memenangkan posisi bidak untuk promosi.: 87…Kd4 88.Rxc4+ Kxc4 89.g4 a5 90.g5 a4 91.g6 a3 92.g7 a2 93.g8Q+ (ya, dengan skak, Raja hitam akan terpojok di c4. 87.Re8 dan sekarang Timofeev memperoleh kesempatan menang secara gemilang. 87…a5 88.Ra8 Kb4 89.Ke5 a4 90.Kd4 Be2 91.Ke3 Bb5 92.Kd2 a3 93.Kc2 Bd7 94.Kb1 Be6 95.Re8 Bd7 96.Re4+ Kc5 97.Ka2 Kd5 98.Re3 Kd4 99.Re7 Bf5 100.Kxa3 Kd5 101.Kb4 Be6 102.Kc3 Ke5 103.Kd3 Kf6 104.Ra7 Kg5 105.Ke3 Kf5 106.Kf3 Bd5+ 107.Kf2 Be6 108.Ra5+ Kg4 109.Rc5 Bb3 110.Re5 Bg8 111.Re4+ Kg5 112.g4 Kh4 113.Ke3 Kg5 114.Rd4 Be6 115.Kf3 Kh4 116.Kf4 Bxg4

moscowopen23.gif

117.Rd8. Saat ini secara teoritis patih dan benteng tidak akan berakhir dengan sebuah permainan draw sejak Hitam kehilangan patih melalui gerakan: 117…Kh5 118.Rh8+ Kg6 119.Kxg4 or 117…Be2 118.Rh8+ Bh5 119.Rh7 Kh3 120.Rxh5+. 1-0

Dengan kemenangan ini, Inarkiev menghentikan permainan Timofeev dan mendapat gelar juara turnamen.

timofeev01.jpg

Maka Artyom Timofeev memenangkan turnamen Open A dengan poin 7.5/9, setengah poin di depan perolehan nilai sembilan GM lain yang rata-rata hanya mendapat 7 poin.

Di bawah ini skor perolehan Open A (final).

Nama Negara Rating Points

1 GM Artyom Timofeev RUS (2664) 7.5

2 GM AlexanderRiazantsev RUS (2628) 7.0

3 GM Sergey Volkov RUS (2623) 7.0

4 GM Zahar Efimenko UKR (2638) 7.0

5 GM Alexander Lastin RUS (2604) 7.0

6 GM Baadur Jobava GEO (2643) 7.0

7 GM Ernesto Inarkiev RUS (2681) 7.0

8 GM Murtas Kazhgaleyev KAZ (2594) 7.0

9 GM Alexander Moiseenko UKR (2643) 7.0

10 GM Igor Kurnosov RUS (2577) 7.0

Lihat juga:

Polgar: Catur Alat Pendidikan yang Indah

Juara Catur Baru Kuba Yunesky Quesada

Mengenang Duel Fischer-Spassky

Wesley So, GM termuda Asia Tenggara***

Duel Spassky-FischerSaya masih mengenang petarungan perebutan gelar juara dunia catur antara Fischer-Spassky di Reyjavik, Iceland, paling tidak karena dua alasan. Alasan pertama pada masa itu saya baru mulai belajar bermain catur.

Ayah mengajak saya bermain catur sejak saya masih kanak-kanak. Selain tak memiliki lawan bertanding, ini ia lakukan untuk melupakan tempat kontrakan kami yang kumuh. Saya langsung menyukai permainan ini.

Beberapa waktu kemudian, saya mulai bisa menghargai keindahan permainan ini dengan mengikuti permainan dua maestro catur tingkat dunia itu di majalah Now tahun 1972 saat saya masih duduk di sekolah menengah.

Salah seorang guru yang kelak menjadi sahabat karib saya, Wawel Osorio, mulai mengajar saya bermain catur lebih saintifik. Dan di pojok kantin sekolah kami biasa bermain sambil bertaruh segelas kopi bagi yang menang.

Osorio kerap mengatakan bahwa saya bisa cepat maju dalam permainan catur jika saya mau sedikit berkorban dan menderita. Maka saya berupaya terus belajar dengan cepat. Dan, saya merasa bangga karena akhirnya saya mendapat segelas kopi hangat setelah berhasil mengalahkannya.

Saya lalu mulai membeli buku-buku catur. Termasuk buku-buku yang ditulis Grand Master Filipina pertama, Eugene Tore. Buku-buku catur Tore sudah seperti buku suci. Dengan berjalannya waktu, saya tak lagi dianggap anak ingusan dan mulai diterima di komunitas catur.

Saya juga mengikuti pertandingan antara Fischer-Spassky sama bergairahnya seperti saat saya menonton pertandingan tinju antara Ali-Foreman setahun sebelumnya. Dalam dua peristiwa itu, saya terkesan dengan kemenangan dramatis dari dua orang tokoh olahraga yang menjadi idola hidup saya. Saya jadi teringat kata-kata seorang pecatur dunia: “Hanya ada dua jenis olahraga: catur, dan olahraga lainnya.”

Menonton drama pertandingan Fischer-Spassky sama lamanya seperti halnya menunggu lumut tumbuh di atas bebatuan. Namun Fischer merupakan seorang Mozart catur, seperti halnya Ali seorang Mozart dalam tinju.

Dalam pertandingan itu Fischer tampil brilian dan karismatik. Ia memang seorang anak ajaib yang bisa mengalahkan siapa pun, baik di Amerika Serikat maupun pecatur hebat lainnya di seantero dunia. Raja catur tanpa elu-eluan publik itu berhasil menjotos aparat politik Sovyet atas kemenangannya atas Spassky. Persis di depan publik dunia.

Perebutan juara dunia catur itu berlangsung di Reykyavik sejak bulan Juli hingga September 1972. Pertandingan ini merupakan pertandingan catur yang paling banyak menyedot perhatian publik dunia. Secara khusus, pertandingan itu memang tak semata pertandingan catur. Namun juga mewakili dua kutub yang tengah berseteru hebat dalam era Perang Dingin.

Pertandingan itu karenanya seperti sebuah arena tanding antara kepercayaan pada manusia sebagai individu dan manusia sebagai sebuah kumpulan massa, pertarungan antara manusia melawan mesin, calon juara yang tidak diunggulkan dan juara tetap yang dipuja-puja.

Tak ada yang membantah dominasi Sovyet dalam catur pada masa itu. Selama 35 tahun, pecatur Sovyet memang selalu mendominasi juara dunia catur.

Pertarungan itu sendiri berlangsung hingga nyaris tiga bulan, dan inilah alasan kedua mengapa saya mengenang betul pertandingan itu. Tak seperti era sekarang, dulu tak ada internet yang membuat orang bisa memperoleh hasil pertandingan secara instan. Anda hanya bisa mendapat informasi atas pertarungan dua maestro catur itu melalui media cetak. Ini menjadi masalah karena di negara saya banjir justru terjadi selama bulan Juli-Agustus, sehingga banyak koran tak sampai ke pelanggan karena dihanyutkan banjir.

Maka saya terpaksa berlangganan majalah Now untuk mengikuti tahap-tahap pertandingan tersebut. Selama itu hanya satu edisi yang tak sampai ke rumah karena mobil pengangkut terjeblos ke sungai.

Fischer akhirnya mengalahkan Spassky dan menjadi juara dunia catur yang baru. Namun itu hanyalah permulaan dan bukan akhir. Gelora saya pada permainan catur makin membara setelah menyaksikan pertandingan dramatis tersebut.

Saya lagi-lagi jadi teringat kata mutiara seorang grand master catur : “Catur terlalu serius untuk diangap remeh namun juga terlalu remeh jika harus dianggap sesuatu yang serius.” Karena itu saya memutuskan berhenti bermain catur. Saya merasa tak bisa bermain lebih baik dari orang yang memang berbakat.

Ferdinand Marcos.

Banjir pada bulan Juli-Agustus di Filipina akhirnya berakhir. Bunga-bunga matahari mulai tersenyum lagi. Satu bulan kemudian, Ferdinand Marcos mengumumkan keadaan darurat.

Dan, segalanya terus memburuk di Filipina sejak saat itu… (Conrado de Quiros, The Philippine Daily Inquirer)

****

Saya pertama kali menang melawan Bobby Fischer saat menukar benteng saya dengan ratu miliknya. Ini membuat keunggulan saya atas dirinya dalam hitungan setengah detik.

Namun saya kalah. Dan saya tahu mengapa hal itu terjadi.

Sebab saya bertanding dengan seorang Bobby Fischer.

Bobby Fischer

Peristiwa ini terjadi pada bulan Agustus 1971, saat Fischer tampil di turnamen catur cepat yang diadakan di Klub Catur Manhattan, Midtown.

Fischer berhadapan dengan 11 master catur setempat bermain dalam “permainan catur lima menit.” Masing-masing pemain harus menyelesaikan seluruh langkahnya dalam tempo tersebut.

Dalam pertandingan pertamanya Fischer menghadapi pemain termuda di turnamen itu, yaitu saya. Saya sudah mengenal namanya sejak delapan tahun lalu namun tak pernah bertarung dengannya.

Saya merasa terpesona. Beberapa bulan sebelumnya, Fischer mengalahkan pecatur tingkat dunia dengan angka telak: 6-0. Kemenangan itu tak pernah diperkirakan. Sebelumnya malah banyak orang pesimis Fischer mampu mengalahkan pecatur kuat tersebut.

Stelah itu semua orang menduga Fischer akan memenangkan juara catur dunia dalam tempo kurang dari satu tahun. Dan, ia kemudian memang meraihnya.

Dalam pertandingan kami, saya memegang buah putih. Setelah enam langkah, belasan orang yang menyaksikan pertandingan kami segera tahu saya menggunakan pembukaan kesukaan Fischer untuk melawan dia.

Jari-jari panjangnya dengan kuku yang terawat kemudian menghentikan manuver saya. Setelah 15 langkah, ia mulai mendapat keunggulan. Namun setelah langkah ke-25 ia harus meninjau ulang taktiknya. Dan saya berhasil mendapat ratu miliknya untuk saya tukar benteng.

Tapi akhir pertandingan masih amat kompleks dan saya baru menyadari: Laki-laki yang ada di meja seberang saya adalah seorang Bobby Fischer. Maka, tak ada lagi kejadian mengejutkan pada langkah-langkah berikutnya.

Saya hanya memiliki waktu sisa satu menit dan tak bisa bergerak leluasa lagi. Saat jarum jam di meja saya tinggal 10 detik, saya menyalami dan mengakui kemenangan taktisnya.

Ia mengalahkan saya lagi, kali ini dengan mudah, dalam pertandingan kedua kami. Ia kemudian memenangkan turnamen itu dan saya menempati urutan kedua. Tapi apa yang terjadi jika pada pertandingan pertama saya masih memiliki waktu satu atau dua menit lagi? Apakah saya benar-benar akan mengalahkan Bobby Fischer? (Andy Soltis, The New York Post)

****

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.