Skip navigation

Tag Archives: strategi bermain catur

Pada hari Rabu, 13 Oktober 2010, Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk mengabulkan permohonan uji materi atas UU No. 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-barang Cetakan yang Isinya dapat Mengganggu Ketertiban Umum, terhadap UUD 1945. Permohonan itu diajukan Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) serta sejumlah pemohon lain.

Dengan mengabulkan gugatan pemohon, Mahkamah Konstitusi telah membuat kejaksaan tak memiliki lagi taji dan wewenang untuk melarang penerbitan buku.

Sementara, selama hampir setengah abad, rezim-rezim yang memerintah negeri ini menggunakan UU No 4/PNPS/1963 tersebut sebagai dasar hukum untuk memberangus kebebasan berekpresi warga. Dalam kurun waktu tersebut lebih dari dua ribu judul buku yang diproduksi dengan tujuan menyampaikan informasi, hasil-hasil studi, pendapat, cita-cita, dan refleksi, dilarang dan dibakar oleh penguasa.

Untuk merayakan pencabutan pelarangan buku tersebut, Penerbit Arung Aksara menerbitkan kembali buku yang pada tahun 2001 masuk ke dalam daftar buku-buku yang dibakar oleh Aliansi Anti Komunis. Buku itu akan selesai dicetak Jumat, 3 Desember 2010.

Buku ini tidak dijual di toko buku. Melainkan dari tangan ke tangan, atau melalui kiriman paket. Sebab jika lewat toko buku harganya bisa naik dua kali lipat. Alasan lainnya, buku ini adalah seri limited edition, dicetak terbatas. Hanya 200 eks, dan sekarang, Minggu 12 Desember 2010, stok buku ini hanya tinggal 60 eks!!! Siapa cepat dia dapat!!!!

Ada pun spesifikasi buku tersebut:

Judul Buku: Melenyapnya Negara, Perspektif Lenin

Penulis: Edy Haryadi

Kata Pengantar: Budiman Sudjatmiko

Harga buku: Rp 25.000/eksemplar

Ongkos kirim: Rp 10.000 (khusus luar Jakarta)

Pengiriman ke BCA Edy Haryadi No. Rek. 5025038956

Dalam kota Jakarta : Cash On Delivery (bayar setelah buku diterima)

Stok buku: Hanya 200 eksemplar!

Buku akan terbit hari Jumat, 3 Desember 2010

Alamat surat: penerbit.arung.aksara@gmail.com

HP penerbit: 0813 10 274 674

*****

Resensi Buku
NEGARA DALAM PANDANGAN LENIN

KOMPAS, Minggu, 05-11-2000. Halaman: 5

Judul : Melenyapnya Negara, Perspektif Lenin

Penulis : Edy Haryadi

Kata Pengantar: Budiman Sudjatmiko

Penerbit : Komunitas Studi untuk Perubahan

Edisi : September 2000

Tebal : (xxi + 153) halaman

EFORIA wacana kiri nampaknya sedang melanda khasanah penerbitan buku di Indonesia. Hadirnya buku Pemikiran Karl Marx yang ditulis oleh Frans Magnis-Suseno pada pertengahan tahun 1999, seakan menjadi pembuka bagi kemunculan buku-buku yang banyak mengupas pemikiran dari tokoh-tokoh kiri. Sebut saja seperti buku Madilog karya Tan Malaka, Che Guevara Sang Revolusioner, dan Zaman Bergerak yang mengupas sosok dan pemikiran Semaun tokoh PKI, dan masih banyak lagi yang lain.

Membongkar wacana kiri, rasanya belum lengkap kalau tidak menghadirkan tokoh yang satu ini. Dialah seorang revolusioner yang dilahirkan pada tanggal 10 April 1870 di kota Simbrisk, bernama Vladimir Ilyich Lenin. Buku tentang Lenin yang ditulis oleh Edy Haryadi ini, mencoba menghadirkan sosok dan pemikiran tokoh revolusi Rusia itu, terutama teori negara yang pernah menjadi cikal bakal berdirinya negara Uni Sovyet.

***

TEORI Negara yang dikemukakan Lenin berdasarkan teori Marxis yang intinya bahwa negara adalah alat dari sebuah kelas yang berkuasa. Karena itu, menurut Marx, negara bukanlah lembaga di atas masyarakat yang mengatur masyarakat tanpa pamrih, melainkan alat dalam tangan kelas-kelas atas, untuk mengamankan kekuasaan mereka.

Jadi negara pertama-tama tidak bertindak demi kepentingan umum, melainkan demi kepentingan kelas-kelas atas (F.M. Suseno, 199: 120). Dengan dasar-dasar inilah kemudian Lenin dalam level praktis merumuskan teori Marxis ketika terjadi perdebatan dengan kaum anarkis dan kaum sosialis reformis yang dituangkan dalam buku berjudul Negara dan Revolusi.

Buku yang ditulis Lenin bulan Agustus-September 1917 memuat secara khusus soal “melenyapkan negara.” Keberadaan buku ini setidaknya bisa digunakan dalam dua hal. Pertama, sebagai kritik keluar (terhadap teori-teori borjuis) yang mengatakan bahwa “adanya negara adalah untuk mendamaikan kelas-kelas”. Kedua sebagai kritik ke dalam, atau ditujukan untuk “memurnikan” teori negara Marxis terhadap unsur-unsur disintepretasi, baik dari para revisionis, maupun yang anarkis seperti Kautsky dan Proudhon (hal 116-117).

Hal itulah yang kemudian membedakan Lenin dengan teoritisi Marxis lainnya setelah Marx meninggal. Pemurnian kembali teori Marxis bagi Lenin mempunyai arti penting, karena dia percaya: Tanpa teori revolusioner tidak mungkin ada gerakan revolusioner.

Pandangan Marxis yang menyatakan bahwa sejarah dari dulu hingga sekarang selalu ditandai oleh pertentangan antarkelas menjadi dasar utama dalam teori negara yang dikemukakan Lenin. Hal ini dikatakannya dalam pidato di depan Kongres III Liga Komunis yang dihadiri oleh 600 orang delegasi pada tanggal 2 Oktober 1920.

Saat itu Lenin berkata bahwa masyarakat lama dibangun berdasar prinsip merampok atau dirampok, bekerja pada orang lain atau membuat orang lain bekerja padamu, menjadi pemilik budak atau seorang budak. Menurut Lenin, kondisi seperti itulah yang merendahkan umat manusia, dan perlu ada perjuangan untuk meninggikan martabat manusia, yaitu melalui revolusi.

Maka dari itu, Lenin menambahkan bahwa revolusi adalah festival dari kaum tertindas dan terhisap. Tidak akan pernah massa rakyat sanggup tampil ke depan dan berperan aktif sebagai pencipta sistem sosial baru, kecuali pada waktu revolusi (hal 122).

Dengan revolusi inilah kaum proletar akan merebut kekuasaan negara dan mendirikan pemerintahan diktaktur proletariat. Artinya dengan menggunakan kekuasaan negara, kaum proletar akan menindas kaum kapitalis agar mereka jangan sampai menggunakan kekayaan dan fasilitas yang dimilikinya untuk menggagalkan revolusi proletariat dan mengembalikan keadaan lama (F.M. Suseno 1999: 169)

Jadi kediktaktoran proletariat perlu untuk mencegah segala kemungkinan sebuah revolusi balasan dari sisa-sisa kaum kapitalis. Dengan demikian hak milik atas tanah dan pabrik-pabrik serta alat-alat produksi lainnya menjadi milik negara.

Tujuan yang diharapkan adalah hilangnya perbedaan kelas dalam masyarakat dan dengan sendirinya kediktaktoran proletariat juga hilang karena tidak ada kelas-kelas yang perlu diawasi dan ditindas lagi. Dengan hilangnya kelas-kelas dalam masyarakat, negara menjadi kehilangan relevansinya. Negara kemudian “melenyap” (hal 26).

Dalam pandangan Marx, melenyapnya negara berkaitan erat dengan tahap-tahap dalam ekonomi. Tahap pertama adalah masyarakat sosialis di mana “setiap orang memiliki hak yang sama atas hasil kerja yang sama.” Tahap berikutnya adalah masyarakat komunis yaitu ketika perlawanan kaum kapitalis sudah lenyap karena tidak ada lagi kelas-kelas, barulah negara melenyap. Oleh karena itu untuk melenyapkan sama sekali negara, dibutuhkan komunisme yang penuh (hal 133).

***

KEBESARAN nama Uni Sovyet dalam percaturan politik dunia, tidak akan lepas dari nama Lenin. Kelahiran Uni Republik Sosialis Sovyet (URRS) yang merupakan usulan Lenin pada bulan Desember 1922, adalah hasil revolusi rakyat Rusia pada tahun 1917 yang berhasil menggulingkan Tsar serta menghancurkan feodalisme dan kekuasaan aristokrasi. Revolusi itu tergolong lambat dibandingkan dengan revolusi yang terjadi di Inggris dan Perancis (hal 46).

Awal keterlibatan Lenin dalam memperjuangkan nasib kelas buruh dimulai setelah ia dikeluarkan dari Universitas Kazan. Pada tahun 1893, Lenin pergi ke St Petersbrug, dan pada tahun 1895 ia mendirikan ‘Liga Pembebasan Kelas Buruh (LPKB)’ yang memiliki arti penting bagi perjuangan kelas buruh.

Akibat dari aktivitasnya, Lenin dan para pemimpin LPKB ditangkap oleh pemerintah Tsar tahun 1895. Walaupun hidup dalam penjara, Lenin tetap melakukan kerja-kerja revolusionernya; ia menulis sebuah pamflet yang berjudul Mogok (On Strike) dan leaflet yang berjudul Pada Pemerintah Tsar yang isinya membeberkan penindasan penguasa (hal 53).

Pada tahun 1894 melalui bukunya yang berjudul What the Friend the People are dan How They Fight the Social Democrat, Lenin mengajukan gagasan bahwa kelas buruh dan kaum tani adalah dua kekuatan besar yang sanggup menggulingkan kekuatan Tsar. Gagasan ini kemudian diwujudkan dengan dibentuknya Partai Marxis Rusia yang mempunyai program nasionalisasi tanah dan membentuk diktaktur proletariat.

Partai itu mengalami perkembangan yang begitu pesat, dan pada saat diadakannya kongres kedua PBSDR tanggal 17 Juli 1903 di London, mayoritas peserta kongres menerima usulan program-program dari Lenin. Sejak itulah Lenin dan para pengikutnya disebut kaum Bolshevik (kaum Mayoritas) dan saingan mereka disebut kaum Menshevik (kaum minoritas).

Pertentangan antara dua kubu ini terus berlangsung setelah berakhirnya kongres. Dan melalui bukunya yang berjudul One Step Forward, Two Steps back, Lenin menelanjangi pandangan-pandangan kaum Menshevik. Buku yang dipublikasikan pada bulan Mei 1904, menjelaskan prinsip-prinsip organisasi yang bisa membantu atau memandu PBSDR (hal 62).

Keberhasilan Revolusi Oktober 1917 merupakan bukti bahwa taktik ala pabrik model Lenin-lah yang berhasil membawa Bolshevik mencapai kemenangan untuk menggulingkan Pemerintahan Sementara. Yang dilakukan Lenin ketika berhasil merebut kekuasaan pertama-tama adalah mengganti aparatur serta jaringan orang-orang yang loyal pada Tsar sebagai agen eksekutif untuk tugas pemerintahan (hal 77).

Tantangan yang harus dihadapi oleh Lenin selain berasal dari kekuatan luar (Jerman) juga berasal dari dalam sendiri (pendukung Tsar dan unsur Pemerintahan Sementara) yang didukung oleh Inggris, Perancis, Jepang, dan Amerika. Mereka ingin menggulingkan kekuasaan Sovyet Rusia dan menghidupkan kembali sistem borjuis (hal 79).

Pada masa itulah kondisi ekonomi di Sovyet mengalami krisis yang hebat. Banyak terjadi kekurangan daging dan roti serta kelaparan yang melanda kaum buruh dan pabrik-pabrik berhenti berproduksi karena kekurangan bahan baku dan bahan bakar. Dengan semboyan “Semuanya untuk front!” serta dengan menerapkan kebijakan “Komunisme Perang.” Lenin dapat mempertahankan pemerintahan Sovyet dari jurang kehancuran (hal 80).

Kesungguhan Lenin dalam membangun Sovyet patut dijadikan teladan. Kehidupannya yang susah di zaman Tsar, pekerjaan yang sangat berat dalam bidang teori maupun praktek dan akibat lukanya karena percobaan pembunuhan, menyebabkan kondisi yang buruk bagi Lenin. Pada tanggal 21 Januari 1924 jam 06.50 pagi, seluruh rakyat pekerja Rusia bersedih karena sang Revolusioner itu meninggal. Lenin mengalami pembekuan urat-urat otak yang mencapai tingkat pengapuran karena penggunaan tenaga jauh melewati batas. Semua dokter yang menghadiri pemeriksaan mayat Lenin sangat heran ketika melihat otaknya (hal 45).

(Akhmad Fauzie, staf Eros: Psychology and Social Change Studies)

sumber: http://penerbitarungaksara.wordpress.com/2010/11/25/stop-press-cetak-ulang-karya-lenin/

*****

Di tengah situasi ekonomi-politik yang muram akibat imperialisme dan kebijakan neo-liberal, Kedai Kopi Nusantara menggeluarkan gebrakan baru.

Kedai kopi yang khusus hanya menjual kopi dan teh produk asli Indonesia ini, mengundang pecatur Percasi, Pantang Sana, yang memiliki elo rating 2070, untuk melakukan pertandingan eksibisi. Tempat dan waktunya sudah dipilih secara seksama.

Tempatnya adalah di Kedai Teh dan Kopi Nusantara. Kedai ini terletak di Jalan Abdullah Syafe’i Nomer 51, Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan. Sedang waktu yang dipilih adalah hari Sabtu, 4 Desember 2010, jam 19.00-selesai.

Pantang rencananya akan melawan tiga pecatur secara simultan. Kebetulan ketiga lawannya adalah bekas aktivis penumbang Soeharto tahun 1998.

Menurut AJ Susmana, manajer Kedai Kopi Nusantara, persoalannya, eksibisi ini akan menguji apakah taktik dan strategi penggulingan Soeharto masih relevan saat  hal itu diurai di papan kotak hitam-putih yang berjumlah 64 itu.

“Atau, apakah, taktik dan strategi itu kini hanya tinggal kenangan. Seperti kapak perunggu di musium purbakala,” tandas Susmana. (EH)

Pada usia 13 tahun, dia sudah mencatatkan diri sebagai grand master catur termuda ketiga dalam sejarah. Beberapa pecatur top dunia sudah dia tumbangkan. Dan pada tanggal 1 Januari 2010 kemarin, Magnus Carlsen, pecatur Norwegia yang kini berusia 19 tahun, menjadi pecatur termuda dalam sejarah yang berhasil menempati peringkat satu rating yang dibuat Federasi Catur Sedunia (FIDE). Majalah Time terbaru mewawancarainya. Berikut pengakuan Magnus Carlsen.

Ketika Anda berada di peringkat satu  pecatur dunia, apa Anda merasa 40.000 kali lebih pandai ketimbang mereka?

Ya, ini memang terlihat sedikit aneh. Saya mencoba mengatakan pada publik bahwa saya sama seperti mereka. Saya bukan orang aneh. Saya mungkin pemain catur yang baik, tetapi saya manusia normal.

Anda bukan intelek yang normal. Berapa langkah ke depan yang biasanya Anda kalkulasi saat bermain?

Terkadang 15 sampai 20 langkah ke depan. Tetapi triknya adalah selalu mengevaluasi posisi pada akhir kalkulasi.

Pelatih Anda, bekas juara dunia Garry Kasparov, mengatakan kekuatan Anda bukan pada kalkulasi langkah, tetapi kemampuan intuisi Anda, meski tujuan akhirnya belum jelas. Benarkah demikian?

Saya memang memiliki kemampuan alamiah untuk setiap posisi dan di mana seharusnya saya meletakkan buah catur. Kadang Anda harus memilih langkah yang Anda rasa benar; inilah intuisi. Tapi ini sulit dijelaskan.

Apakah Kasparov memberitahu Anda hal-hal di luar catur, dan sikap pembangkangannya dalam dunia politik di Rusia?

Dia guru catur saya. Ketika dia bersaing dengan Putin, saya tidak ingin ikut campur.

Grand master Inggris Nigel Short mengatakan program komputer catur, yang kerap kali mengalahkan pemain hebat manusia, telah mengambil alih misteri permainan ini. Ia mengatakannya seperti “peta petunjuk di hutan Amazon.” Apa pendapat Anda tentang hal ini?

Saya bisa menangkap maksudnya. Setiap pemain amatir sekarang dapat mengakses pertandingan tingkat tinggi, dan menganalisa misteri di balik setiap langkah dengan bantuan evaluasi komputer. Tapi saya tidak takut komputer akan mengambil alih semua ide dan tak meninggalkan sisa lagi bagi imajinasi.

Apakah Anda menggunakan komputer dalam studi catur Anda?

Saya tidak menggunakan papan catur manual saat saya tengah belajar sendiri. Banyak orang datang ke rumah saya dan bilang “Kamu pasti punya banyak papan catur.” Saya katakan, “Hem, barangkali saya punya satu tapi entah di mana sekarang, saya tidak begitu yakin.”

Anda melihat catur sebagai permainan perang atau permainan seni?

Perang. Saya mencoba mengalahkan seseorang yang duduk di seberang saya dan memilih langkah yang tidak enak buat dia dan merusak gaya permainannya. Tentu saja, ada beberapa permainan catur yang begitu indah seperti sebuah seni, tapi bukan itu tujuan saya.

Apakah Anda punya penjelasan mengapa hanya sedikit pecatur wanita yang berada di kalangan elit pecatur?

(Pecatur Hungaria) Judit Polgar adalah salah satu pecatur wanita di 10 besar dunia, tetapi saya tidak tahu mengapa tidak banyak pecatur wanita di peringkat elit itu. Saya juga menentang pendapat kebanyakan orang, saya tidak yakin ini karena alasan genetik.

Anda tidak membeli buku psikologi yang menjelaskan bahwa secara insting wanita tidak suka melakukan pengorbanan?

Nyatanya, banyak pecatur wanita memainkan permainan agresif. Maka saya tidak membeli buku itu.

Catur banyak memiliki jenius, yang terkenal di antaranya adalah Paul Morphy dan Bobby Fischer, yang kemudian menghilang karena gila. Apa Anda tidak takut akan jadi seperti mereka?

Sulit untuk meramalkan masa depan, tetapi sekarang saya tidak melihat diri saya tengah menuju kegilaan. Memang amat mudah terobsesi dengan catur. Inilah yang terjadi pada Fischer dan Morphy. Saya tidak memiliki obsesi yang sama. Saya hanya mencintai permainan ini, dan mencintai kompetisi, tetapi saya tidak tergila-gila seperti mereka. (TIME/SM)

*****

Jawaban atau solusi problem catur pekan lalu

1.  Rh1! Bd7 2. Qb1 Bb5 3. Qg1# atau
2. RH1! Be8 2. Qb1 Bxf7 3. Qb4#

Keterangan Notasi
K: King/raja
Q: Queen/Ratu
N: kNights/Kuda
B: Bishop/Patih/Gajah
R: Rooks/Benteng
p: pawn/pion

Sergey Karjakin dari Ukraina, berhasil memenangkan turnamen catur Corus, Minggu waktu setempat, 2 Januari 2009. Kemenangan pecatur 19 tahun  ini tidak terlalu mengejutkan mengingat kemampuannya untuk menang.

Dia merupakan pemegang rekor grandmaster (GM) termuda sepanjang sejarah yang mampu menempatkan dirinya di peringkat 30 dunia sejak tahun 2006. Praktis, terobosan di hari terakhir turnamen utama ini pun, tak terlalu mengagetkan.

Barangkali yang lebih mengejutkan, dia bisa muncul sebagai pemenang dari enam pecatur lain yang memperoleh nilai sama pada babak terakhir.  Nilainya sama dengan Levon Aronian dari Armenia, Teimour Radjabov dari  Azerbaijan, Sergei Movsesian dari Slovakia, Leinier Dominguez Perez dari Kuba dan Magnus Carlsen dari Norwegia.

Dengan begitu banyak pecatur hebat, pertarungan berjalan ketat sejak babak pertama hingga babak akhir. Namun, ketika Aronian, Radjabov dan Movsesian hanya bisa bermain seri dengan lawan masing-masing pada babak akhir,  Karjakin justru berhasil menjungkalkan Dominguez dan Carlen kalah dari Wang Yue dari China.

Kemenangan Karjakin kali ini membuat dia berhak masuk babak kualifikasi Grand Slam Final Master Catur –sebuah kompetisi yang hanya diikuti juara-juara turnamen catur utama.

Lawannya, Dominguez, yang memegang buah putih, melancarkan serangan spekulatif, tetapi pertahanan akurat Karjakin membuatnya dapat melepas serangan balik yang menghancurkan raja Dominguez. Dalam sebuah posisi penuh komplikasi, pengorbanan Dominguez, atau lebih tepatnya blunder pertukaran perwira (benteng ditukar kuda). Kedua raja akhirnya saling berkejaran, tatapi Karjakin berhasil menyembunyikan Raja, dan pada akhirnya, Dominguez menyerah saat skak mat sudah di ujung mata.

Pertarungan Magnus Carlsen melawan Wang berlangsung kurang dramatis. Memegang buah hitam, Carlsen semula mencoba bermain menekan, tapi pertahanan Wang begitu bagus dan akhirnya peluang menyerang berbalik.
Carlsen membuat kesalahan besar setelah melakukan blunder sehinga dia bermain untuk mencari draw, sehingga Wang mulai menekan melalui pion di jantung pertahanan lawan.

Salah satu permainan defensif yang ditunjukkan terjadi saat Alexander Morozevich bertemu Vassily Ivanchuk dari Ukraina. Kedua pemain, yang saat ini menemapti peringkat 3 dan 1 dunia, terlihat sama-sama segan melakukan penyerangan ofensif. Namun Morozevich berhasil mengalahkan Ivanchuk di babak akhir. (NYT/SM)

Di bawah ini merupakan problem catur klasik. Giliran putih berjalan. Diharapkan, dalam tiga langkah Raja hitam menyerah karena skak mat.

Tiga langkah mati.

Silahkan mencoba. Jawaban problem catur ini akan diberikan minggu depan

Pengasuh In Chess We Trust

***

Hetul ShahDia selalu menyukai tantangan dan kompetisi.  Namun apa yang dapat dilakukan pecatur sembilan tahun saat menghadapi pecatur-pecatur kuat dari seantero dunia?

Tapi tidak demikian dengan Hetul Shah. Pada hari Minggu, 11 Januari 2009, pecatur cilik asal India ini justru membuat sejarah. Dia berhasil mengalahkan seorang Grandmaster (GM)  Kazakhstan, Nurlan Ibrayev. Hebatnya lagi,  saat itu Hetul Shah memegang buah hitam.

Inilah kali pertama seorang pecatur berusia sembilan tahun berhasil mengalahkan seorang GM.  Dalam catatan sejarah, pecatur muda yang berhasil mengalahkan seorang GM dipegang oleh Parimarjan Negi. Saat itu Negi berumur 11 tahun saat menyungkurkan GM Ivan Nemet di Biel Open 2004.

“Saya tidak pernah mengalahkan seorang Grandmaster sebelumnya.  Jadi ini merupakan pengalaman menakjubkan buat saya,” kata Shah, siswa kelas 4 di SD DPS, Ahmedabad.

“Apa yang saya lakukan hanya tampil percaya diri. Saya mendapat keunggulan satu pion pada awal pertandingan dan dua pion lagi di tengah pertandingan. Apa yang saya butuhkan kemudian hanya bermain aman sehingga saya memenangkan pertandingan,”  kata Shah.

Shah sendiri mulai menyukai catur setelah melihat kakak perempuannya, Charmi, bermain.  “Saya sering berlatih bersama dia,” ujarnya.

Namun pencapaiannya baru-baru ini membuat dia berhak berpatisipasi dalam Kejuaraan Dunia kelompok umur 10 tahun di Yunani tahun depan.  “Saya tidak tahu. Jika mendapat sponsor saya akan pergi,” kata pengagum juara dunia asal India, Viswanathan Anand, ini.

Bagaimana Shah memenangkan pertandingan, berikut jalan permainan:

Keterangan Notasi
K: King/raja
Q: Queen/Ratu
N: kNights/Kuda
B: Bishop/Patih/Gajah
R: Rooks/Benteng
p: pawn/pion

7th Parsvnath International Open, Delhi (1.36), 11.01.2009
Nurlan Ibrayev (putih) – Hetul Shah (hitam)

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 Nf6 5.0-0 Be7 6.Re1 b5 7.Bb3 d6 8.c3 0-0 9.h3 Na5 10.Bc2 c5 11.d4 Qc7 12.Nbd2 cxd4 13.cxd4 Bd7 14.Nf1 Rfc8 15.Ne3 Nc6 16.a3 Bf8 17.b3?! Ini meninggalkan lubang di c3s: 17…Nxd4 18.Nxd4 Qc3.

parsvnath01
Dalam semua pertnadingan sebelumnya, khususnya dalam pertandingan Szily-Bisguier 1952 (25 tahun sebelum Ibrayev lahir dan 47 tahun sebelum Hetul Shah melihat matahari terbit). 19.Ne2?! Apa yang dilakukan GM adalah menggantung Benteng. Apa yang menjadi ide langkah ini di luar pengetahuan kita. 19…Qxa1 20.Qd2.

parsvnath02

Apa yang anda bilang, jebakan mematikan? Ratu hitam sepertinya tak punya langkah keluar dari kotak sudut. Di sisi lain putih juga kesulitan menyerang Ratu. Pada saat itu hitam melancarkan operasi penyelamatan: 20…d5 21.b4. Masuk ke dalam kesulitan lebih dalam. 21…d4 22.Nd1 Rxc2 23.Qxc2 Rc8 24.Qd2 Nxe4 25.Qd3 Nd6 26.Bb2 Qa2 27.f4 Qc4 28.Qb1

parsvnath03

Hitam memiliki keunggulan dua pion. Namun dapatkah seorang pecatur sembilan tahun memenangkan pertandingan melawan GM berusia 31 tahun? Seperti slogan Presiden AS yang baru: “Ya dia bisa!” 28…d3 29.Ne3 Qe4 30.Nc3 Qxf4 31.Ncd5 Qg3 32.Nf1 Qg6 33.Bxe5 Nc4 34.Nf4. Dengan berbagai cara seperti terdapat dalam diagram terakhir, sang GM ingin menangkap Ratu lawan dengan perwiranya. Namun sang bocah justru melakukan serangan skala penuh: 34…Qb6+ 35.Kh1 Nxe5 36.Rxe5 Bd6 37.Re4 Bc6 38.Qc1. Mencoba menjebak anak itu dalam sebuah skak mat? Tidak. Hetul Shah tak membiarkan dirinya melakukan kesalahan. 38…Qb7 39.Re1

parsvnath04
39…Bxg2+ 40.Nxg2 Rxc1 41.Rxc1 Bf4 42.Rc3 d2 43.Rd3 h6 44.Kg1 Qb6+

parsvnath05
Akhirnya pertandingan berakhir. Sang Grandmaster harus menyerah jika tak ingin lebih lama dipermalukan.  0-1.

****

Oleh: Zhigen Lin

Buah caturCatur amat populer sebagai sebuah permainan kompetitif sekaligus rekreatif. Berasal dari India, permainan ini menyebar cepat ke Persia hingga Eropa Selatan. Sekarang, catur merupakan permainan paling populer. Permainan ini dimainkan jutaan orang di berbagai klub catur, di rumah, melalui koresponden, secara online, maupun di dalam turnamen.

Saat ini saya ingin bicara tentang “rahasia catur.” Bagaimana mungkin permainan sederhana ini menjadi alat rekreasi yang kompetitif, dimainkan petak demi petak di atas 64 petak –delapan kali delapan kotak– antara dua pemain? Jawabannya, tentu saja, tidak mudah ditemukan.

Karenanya, banyak sekali kemungkinan kebenaran hipotesa mengenai “rahasia catur.” Di bawah ini, saya akan memberi penilaian, mana bagian yang menjadi mitos dan mana yang menjadi fakta tentang rahasia catur.

1. Komputer Dapat Memecahkan Rahasia Catur

Komputer kini adalah lawan terkuat. Komputer bisa menganalisa jutaan posisi dalam waktu sedetik (Program Rybka), semudah statistik. Sekarang ini terdapat kemungkinan 318.979.564.00 kemungkinan saat menggerakan empat langkah pertama bidak catur. Sementara, Yayasan Catur Amerika menemukan bahwa terdapat 169.518.829.100.554.000.000.000.000.000 kemungkinan langkah saat permainan catur memasuki langkah ke 10. Untuk komputer, besar kemungkinan benda ini bisa memecahkan seluruh permainan dengan cara memberi penilaian secara cepat satu langkah yang benar.

Dalam catatan lain, jika sebuah komputer dapat memecahkan permainan catur, seorang manusia tak akan mampu mengingat sekian juta langkah untuk mengalahkan seseorang –ini terlalu sulit. Karena itu penggunaan komputer untuk memecahkan rahasia permainan catur dinilai amat tidak efisien.

Penilaian: Tidak Masuk Akal

2. Berdandan ala Grand Master membuat Anda bermain seperti Maestro

Ini favorit saya. GM Nigel David Short kerap disebut sebagai pecatur Inggris abad 20. Dia menjadi grandmaster pada usia 19 tahun, dan menjadi penantang Juara Dunia Catur Garry Kasparov di London tahun 1993. Hingga sekarang ia masih aktif bermain, dan kesuksesan Short tetap berlanjut. Kini ia melatih catur, menjadi kolumnis dan aktif sebagai komentator.

Saat kembali ke laga dunia di Commonwealth Chess Championship 2008, Nigel Short berkata, “Tentu saja, saya harus berjuang pada posisi sekarang. Saya barangkali sekarang tidak lagi bermain seperti seorang grandmaster. Maka saya memutuskan paling tidak saya berpakaian seperti para GM. Saya mulai memilih kemeja dan dasi, meski banyak orang bilang itu terlalu panas. Saya pikir saya sedikit terlambat saat memulai. Tapi inilah jalan yang saya temukan untuk menarik diri saya keluar dari dalam lubang.”

Barangkali, memang benar ada kaitan berkemeja dan berdasi bagi seseorang untuk menempatkan “kerangka berpikir secara benar.” Buktinya, dalam turnamen itu Nigel Short menempati urutan pertama!

Penilaian: Masuk Akal

3. Maksimalisasi Kesempatan dari Kesalahan Lawan

Dalam sebuah naskah tahun 2003, seorang penulis prihatin melihat pecatur kuat dunia –pemain catur terkuat di dunia berusia 19 tahun ke atas. Penulis naskah itu adalah Neil Sullivan dan Yves Casaubon. Sementara, pecatur terkuat yang tidak berada dalam rentang usia itu menurut Chessbase saat ini adalah Arkadly M Gilman (rangking 2237 FIDE tahun 2003). Dia warga asli Rusia yang kini menetap di Kanada.

Sementara, analisa pertandingan Aekadly Gilman melawan J. Grondin di Le Bolduc II, Montreal, Kanada, tahun 2003, yang dimenangkan oleh Gilman dalam 23 langkah, menurut penulis naskah karena disebabkan kesalahan lawan melangkah. Inilah salah satu misteri rahasia catur. Dalam pendapat saya, ini merupakan jalan terbaik untuk mengungkap sebuah rahasia catur. Dengan membiarkan lawan melakukan kesalahan, anda dapat mengeskploitasi kesalahan geraknya. Dan dengan memaksimalisasi kemungkinan dia melakukan kesalahan gerak, anda semakin memiliki peluang untuk memanfaatkan kesalahan lawan.

Salah satu cara menggunakan kesalahan adalah melalui persiapan pembukaan. Dengan mengejutkan lawan di papan, lawan anda akan terperangah dan sebagai reaksinya dia dapat  melakukan kesalahan melangkah. Tentu saja anda tak bisa memperkirakan kapan kesalahan itu terjadi.

Penilaian: Masuk Akal

***

Wanita lebih bagus bermain catur ketimbang pria –tetapi persoalannya, mereka tak menyukai permainan ini, kata penelitian terbaru di Oxford.

Wanita dan CaturKaum pria mendominasi kompetisi catur bukan karena mereka bermain lebih baik, tetapi karena wanita umumnya tak menyukai permainan ini. Demikian penelitian terbaru Universitas Oxford.

Minimnya wanita berada di rangking atas pemain catur dunia, karena selama ini memang amat sedikit kaum perempuan yang bermain catur. Demikian tulis penelitian itu lebih jauh.

Para peneliti universitas dari Jurusan Psikologi Eksperimental Oxford menemukan 96 persen perbedaan penampilan dapat dihitung dari jumlah pria yang bermain catur. Kesimpulan ini dibuat setelah para peneliti melakukan analisis terhadap 120.000 anggota Federasi Catur Jerman, di mana perbandingan jumlah pecatur pria dan pecatur wanita adalah 16:1.

Dengan menggunakan poin berdasar sistem skoring, para peneliti menemukan penampilan pria rata-rata berada di bawah kaum perempuan.

Anggota tim peneliti, Merim Bilalic, penulis buku ‘Does Chess Need Intelligence?’ mengatakan, “Meski penampilan 100 pria pecatur terbaik Jerman lebih baik dari penampilan 100 pecatur terbaik wanita Jerman, kita melihat 96 persen pengamatan itu lebih disebabkan lebih banyaknya pria yang bermain catur. Maka hanya sedikit penjelasan bilogis dan kultural yang tersisa untuk dihitung.”

Gerry Wade, Ketua Federasi Catur Inggris, berpikir kesimpulan para peneliti itu “mutlak benar.”

Alasan Wade, “Di tingkat sekolah dasar, saat jumlah pecatur pria dan perempuan sama banyaknya, amat terasa adanya perbedaan tingkat permainan.”

Pemain wanita top Inggris, Ketevan Arakhamia-Grant, misalnya, tahun lalu hanya kalah di satu pertandingan British Open, ujar Wade.

Namun demikian, sampai  saat ini memang belum pernah terdapat pecatur perempuan yang menjadi juara dunia, termasuk pecatur wanita asal Inggris.

Satu-satunya perempuan yang masuk ke peringkat 100 besar Federasi Catur Dunia hanyalah Judit Polgar, pecatur Hunggaria. Judit berada di peringkat 36 dunia.

Entahlah bila wanita mulai menggemari permainan catur…. (telegraph/SM)

Lihat juga:

Wafatnya Bobby Fischer…

Kesalahan Membuat Manusia Lebih Baik

Magnus Carlsen, Pembabat Super Grand Master

Wesley So, GM Termuda Asia Tenggara

Ketika Hip Hop, Seni Bela Diri dan Catur Bersatu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.