Skip navigation

Mantan juara dunia catur Uni Sovyet Boris Spassky, mengunjungi makam bekas lawannya, pecatur asal Amerika Serikat (AS), Bobby Fischer. Ia mengunjungi makam bekas lawannya itu Selasa (11/3/2008) waktu setempat di sebuah pemakaman kecil dekat ibukota Islandia.

Spassky

Fischer, yang wafat pada usia 64 tahun bulan lalu, mematahkan perlawanan Spassky dalam sebuah pertarungan keras tahun 1972. Ia kemudian menjadi juara dunia, dan sampai sekarang masih menjadi juara dunia catur satu-satunya asal AS.

Langit bersih mengiringi langkah Spassky di antara tumpukan salju di pemakaman. Ia lalu menabur bunga di makam bekas lawannya itu sebelum menutup matanya sejenak saat berdoa.

“Apa yang Anda pikir tentang titik kehidupan berikut baginya,” ujarnya berseloroh pada reporter yang mengikutinya. Ia kemudian menambahkan, “Kita masih akan melihat apa yang akan terjadi berikutnya.”

Fischer mengalahkan Spassky dalam pertandingan ulang tahun 1992 di bekas negara Yugoslavia. Akibatnya ia mendapat sanksi dari pemerintah AS dan status kewarganegaraannya kemudian dicabut.

Ia lalu menjadi seorang warganegara Islandia setelah berkunjung ke negara kepulauan kecil di Atlantik Utara itu tahun 2005.

Bekas anak ajaib ini di sisa umurnya kemudian menghabiskan waktunya bertempur dengan penegak hukum AS. Terutama atas perlakuan negara super power itu padanya sebagai pemain catur.

Meski keturunan Yahudi, Fischer kerap terlibat dalam gerakan anti-Yahudi dan setelah serangan teroris tanggal 11 September 2001 ia menyatakan ingin melihat AS lenyap dari muka bumi.

Spassky beberapa kali dimintai komentarnya tentang bekas rivalnya ini setelah kematian Fischer. Ia mengatakan bekas lawannya itu adalah seorang pria sejati yang bisa dijadikan seorang kawan sejati.

Bekas juara dunia kelahiran Rusia yang kini menetap di Paris ini, berada di Islandia bersama istrinya untuk ikut berpartisipasi dalam pertandingan catur yang didedikasikan mengenang Fischer.

Bicara pada para reporter di Islandia, Minggu, Spassky mengatakan permainan catur kini tidak lagi sama seperti dulu.

“Dalam permainan catur modern, saya termasuk yang pesimis. Sebab, dalam pandangan saya, komputer sudah menjadi pembunuh utama permainan catur klasik.”(TO/SM)

Lihat juga:

Manusia Catur

Wafatnya Bobby Fischer

Obituari Bobby Fischer

Mengenang Duel Fischer-Spassky

Fischer Dalam Ingatan

****

One Comment

  1. Indonesia makin banyak pecatur hebat, terutama juniornya….banyak yang jadi juara dunia. Tapi kenapa setelah senior tidak lanjut menjadi juara dunia sejati…..seperti Bobby Fischer dan Boriss Spassky itu ya..?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: