Skip navigation

Teruntuk Belahan Jiwaku

Oleh:  Anton Medan )*

Istriku!

Dengan senyummu

tegak langkahmu

tekad jiwamu

nurani perasaanmu

membuahkan tawadu’  dan istiqamahku

memacu semangatku mengebu-gebu

menghadapi dunia yang angkuh


Istriku!

Aku selalu bertanya

mengapa keangkuhan dan kejahatan mesti dilahirkan

sementara aku sendiri tidak menyukai kejahatan


Istriku!

Seandainya saja bau masakan tetangga

tidak tercium di hidung anak kita

pasti dia tak merengek minta opor ayam

dan aku tidak perlu mencuri ayam untuknya


Istriku!

Sungguh aku tak pernah menangis

waktu dipukuli polisi karena mencuri ayam

Yang kutangisi hilangnya senyum anak kita

karena tak bisa mencicipi opor ayam

)* Maaf hari ini tak ada artikel catur. Tapi sepenggal puisi jujur bagi sang kekasih dari seorang jagoan yang tobat. Dikutip dari buku Anton Medan, “Pergolakan Jiwa Seorang Narapidana, episode V MAFIA CINA DARATAN,” penerbit Pustaka Firdaus, April 1997.

****


One Comment

  1. Semangat…caiyo!!!
    aku suka dengan perubahan dan langkahmu Pak Kyai…LANJUTKAN!!!!
    Semoga selalu di beri kemudahan…amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: